Indonesia Casino_Online casino games_Roulette game_Reliable sports betting platform_Sing baccarat method

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Indonesia membagi warna

PSports onlineacarmu aSports onlinekhirSpSports onlineorts onlinenya berhasil mewujudkan niatnya untuk melanjutkan pendidikan di kampus impian. Alhasil, hubungan kalian pun terpaksa dikorbankan. Walaupun sedih, kamu berusaha menguatkan dirimu sendiri. Katamu dalam hati:

Ketika menjalani hubungan jarak jauh, yang bisa membuat kamu dan pasanganmu tetap bertahan adalah kemauan untuk saling setia. Kamu dan pasanganmu tak lagi mudah tergoda untuk berpaling pada cowok atau cewek lain.

Ketika jarak yang memisahkan, satu-satunya yang bisa menguatkan hubungan kalian adalah rasa saling percaya. Ketika bisa sama-sama menjaga kepercayaan, hubungan jarak jauh tak lagi begitu berat untuk dijalani kok.

Hidup adalah perjuangan, begitu pun cinta. Menjalani hubungan jarak jauh membuatmu mengerti bahwa setiap kebahagiaan harus diraih dengan usaha. Percayalah, bahwa perjuanganmu kali ini akan berbuah kebahagiaan yang luar biasa kelak.

Malam Minggu cuma bisa bengong liatin laptop. Nggak lupa kirim SMS ke pacar, bunyinya:

Kemungkinan gagal dalam menbina hubungan bisa menimpa siapa saja, alasannya tentu bukan semata-mata soal jarak. Jika kamu dan pasanganmu yang terpisah jarak bisa tetap mempertahankan hubungan, bisa jadi cinta kalian memang sama-sama kuat.

Cari baju di mall -> sendirian

*senyum-senyum

Waktu pertemuan yang singkat membuat kalian berusaha memanfaatkan kesempatan dengan baik. Pergi jalan-jalan, ke bioskop, makan malam romantis, berlibur, kumpul keluarga; banyak hal yang bisa kamu lakukan saat dekat dengan pacarmu. Kalian berdua juga akan baik-baik berkompromi untuk membagi waktu agar bisa bersama dengan maksimal.

Teman 2 -> jalan-jalan sama pacar

Yang pasti, manusia hanya bisa berusaha dan Tuhanlah yang menentukan. Meskipun harus bersusah payah, setidaknya kalian sudah berusaha dengan sekuat tenaga memperjuangkan hubungan kalian meski harus terpisah jarak. Entah akan berakhir bahagia atau sebaliknya, kalian tetap berbahagia dan percaya pada ketentuan Sang Maha Cinta.

1 tahun -> “Aku kangen banget, Tuhan…” (sambil berdiri di loteng rumah udah siap-siap mau lompat)

Makan -> sendirian

Teman 1 -> ke bioskop sama pacar

“Kamu ngapain aja, sih? Pergi kemana? Sama siapa? Kenapa SMS-ku nggak di bales? Kenapa telepon-ku juga nggak diangkat? Kenapa, Sayang?”

Yang pasti, wajib banget ada suaranya “muach-muach” biar berasa ciuman beneran…

“Puih! berlebihan banget sih tuh orang pacaran!”

“Mbak, yang tabah ya, Mbak!”

Teman 3 -> ke kondangan sama pacar

Teman 1: “Woy, tumben lo ikutan kita nongkrong?”

Pengen ke pantai -> sendirian

Pacar: “Wah, Sabtu aku udah janjian sama temen-temen mau naik gunung. Minggu malem aja kita jalan”

*Sayangnya, mereka memang nggak tau bagaimana penderitaanmu sebelumnya!

Facebook, Twitter, Path, Instagram, semua dijajal biar bisa terkoneksi sama pacar. Supaya ngobrol lebih lancar nggak lupa install aplikasi chatting gratis: LINE, Whatsapp, atau WeChat. Kalau lagi kangen pengen lihat muka ‘unyu’ si pacar, langsung online Skype atau Yahoo Messenger.

PELUK LAPTOP!!!

Kenyataan bahwa selama ini hubungan kalian sudah berjalan dengan baik jadi kekuatan. Meskipun banyak kemungkinan buruk yang bisa terjadi, kamu dan pasanganmu percaya bahwa kalian bisa melewati ujian cinta ini.

6 bulan -> “Kangen banget!” (sambil nulis di tembok kamar)

Yang pasti, setiap perjuangan nggak akan berakhir sia-sia kok. Akan selalu ada pelajaran dan kebaikan yang bisa kamu ambil dalam setiap momen hidupmu, termasuk saat menjalani LDR. Buat kalian yang masih bertahan, semoga tetap semangat, ya!

Kamu: “Hari Sabtu kita kemana, Sayang?”

Keputusan untuk berpacaran berarti sepakat untuk punya komitmen. Meskipun harus menjalani hubungan jarak jauh yang tak mudah, kamu dan pasanganmu sebisa mungkin akan berjuang untuk menjalaninya.

Kamu: “Yah, Minggu malem ada acara di rumah Eyang”

“Sayang, jangan cuma tidur sama main game, dong! Jalan-jalan sama aku aja, yuk!”

“Lhah, kan emang jarang ngobrol?”

Kamu: (Bangke! mending gw tadi nggak usah kumpul sama orang-orang ini!)

Pikirmu: “Kalau punya pintu ajaib, aku bisa langsung ketemu sama dia dan nggak pakai ribet!”

Ketika ada masalah yang menghampiri, kamu dan pasanganmu sebisa mungkin berusaha meredam emosi. Kalian tak bisa lagi bertengkar lalu bertemu agar bisa berbaikan seperti dulu. Selain itu, kalian juga terbiasa tak menggantungkan diri pada pasangan. Misalnya, ketika terpaksa pulang malam, kamu berusaha memberanikan diri untuk pulang sendirian lantaran tak ada dia yang biasanya menjemputmu.

S – E – D – I – H !

“Lhah, gimana mau bosan? Ketemu aja setahun sekali, Broh!”

Pacar: “Dik, aku cuma pergi untuk sementara, kok.”

Selain pakai provider yang sama dengan si pacar, kamu pun rajin browsing promo telepon dari provider-mu.

Telepon malam ketik *808# bla bla bla…

Tapi, benar nggak sih bahwa menjalani hubungan jarak jauh bisa demikian menderita? Apa sih yang menjadikan LDR itu unik dan berbeda dari hubungan pacaran yang biasanya? Simak di artikel ini, yuk!

“Assalamualaikum…sehat nggak, Broh?”

Nonton bioskop sama pacar -> 3 bulan sekali

Kamu: “Tapi, Mas…”

“Ya udah, nggak papa. Selama tujuannya baik, jalanin aja…”

ldr justru menguji kekuatan cinta via favim.com

SMS nggak dibalas dan telepon yang nggak diangkat membuatmu panik setengah mati. Ketika akhirnya bisa menghubungi pacarmu, kamu langsung mencecarnya dengan berbagai pertanyaan ini:

Setiap harinya, kalian menyempatkan untuk mengobrol lewat telepon sebelum tidur. Dia akan menceritakan kegiatannya di hari itu, dan kamu pun melakukan hal yang sama. Ada-ada saja cerita lucu atau pengalaman tak menyenangkan yang bisa kalian bagi bersama. Sering mengobrol membuat kalian sama-sama mengenal sifat dan kebiasaan pasangan dengan detil.

Pacar: “Pokonya, kamu harus kuat! Aku pasti kembali.”

Meskipun tak bisa sering-sering berpegangan tangan atau berpelukan, kalian punya cara tersendiri demi menikmati hubungan jarak jauh. Dia yang tak pernah alpa mengucapkan “selamat pagi” atau “selamat tidur” padamu. Saat hari jadi tiba, kamu menulis sepucuk surat cinta untuknya yang kemudian ditukar dengan sebuah lagu ciptaannya untukmu.

Teman 3: “Ah, elah! Sedih amat, Cuy! Daripada LDR, mending jomblo kayak kita”

Dalam sehari kamu dan pasanganmu bisa bertukar belasan SMS. Kamu pun akan mulai memutar otak demi tak boros pulsa untuk berkirim SMS. Caranya adalah cari-cari provider yang punya promo:

Pergi liburan -> 1 tahun sekali

“Sayang, aku udah online. Kamu buruan online, dong!”

Mengingat biaya tiket kereta api atau pesawat yang tak murah, kamu dan pasanganmu justru memilih rajin-rajin menabung supaya bisa saling mengunjungi.

Terima kasih Tuhan…akhirnya bisa ketemu dia lagi”

“Kapan mau salah paham?”

Ketika pacaran dan tinggal satu daerah…

Kamu tau bahwa pasanganmu mungkin saja merasa kesepian, bosan atau bahkan jenuh. Pasalnya, sekilas LDR tak jauh beda dengan single atau jomblo. Kamu pun khawatir jika ternyata dia nggak bisa bertahan dan memilih selingkuh atau bahkan putus.

“Kirim 1 SMS dapat bonus SMS sepuasnya!”

Saat menjalani LDR, kamu dan pasanganmu tak lagi sering mengalami momen seperti ilustrasi di atas. Dalam kamus LDR, nggak ketemu pacar itu…SUDAH BIASA!

Kebiasaan tidur seharian dan main game saat akhir pekan nggak akan terganggu dengan dering telepon dari pacarmu. Dia yang biasanya berkata:

Nonton film – > sendirian

Banyak cerita dibalik perjuangan para pelaku hubungan jarak jauh atau LDR (Long Distance Relationship). Hubungan yang terpisah jarak membuat kamu dan pasanganmu tak bisa berlaku “normal” layaknya pasangan lain. Selain harus menahan rindu, rasa cemas kalau-kalau pasangan berselingkuh pun tak kalah menyiksa.

Makan malem berdua -> 3 bulan sekali

Kamu: “Baiklah. Aku ra popo, Mas”

Dua bulan -> “Aku kangen…”

Satu atau dua hari nggak ketemu -> “Ah, santai!”

Teman 2: “Cie…tumben kagak malam Mingguan sama laptop lo?”

Nah, itu tadi sedikit kisah para pelaku hubungan jarak jauh. Apakah kamu juga mengalaminya? Apakah kamu salah satu yang gagal, masih bertahan, atau sudah berhasil menuntaskannya?

“Elang, antar aku ketemu pacarku, ya!”

*mikirkeras

Kamu: “Oke, fine! Cukup tau, aja!”

#pokoknya gimana caranya supaya bisa telepon pacar lama-lama dengan biaya yang murah, atau kalau bisa gratis!

Teman 4: “Iya. Lo nggak tau juga ‘kan kalau sebenernya dia lagi selingkuh di sana”

Kamu jadi pintar memanfaatkan waktu. Lantaran pulang kuliah bukan lagi waktunya pacaran, kamu memilih pergi ke perpustakaan. Sementara, pacarmu pun memilih aktif di berbagai kegiatan kampus.

#udahgituaja

CIUM LAYAR LAPTOP atau HANDPHONE!

“Gitu ya?”

Gimana nggak hemat?

Dua minggu -> “Hmm…nggak papa”

Kamu dan pasanganmu rutin berkirim pesan, berkomunikasi lewat telepon, lalu sesekali melakukan video call. Yup, intensitas komunikasi memang sengaja terus dijaga agar hubungan kalian tetap erat sekalipun tak bisa saling dekat.

Telepon siang ketik *123# bla bla bla…