Baccarat Tie_Indonesian Sports_Online betting URL_Indonesia Presidents Cup betting_Baccarat fixed play

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Indonesia membagi warna

KIndonIndonesia Presidents Cup bettingesia Presidents Cup bettingeenIndonesia Presidents Cup bettingggananku untuk menanggapimu di masa-masa awaIndonesia Presidents Cup bettingl pendekatan pun tak membuatmu patah arang. (Sudah kubilang bukan, meski dirimu kuhormati, aku bukan orang yang mudah jatuh hati?) Kau memahami keengganan ini dan mencoba mendekati perlahan-lahan. Caramu selalu tak terduga, tapi tulus dan apa adanya. Aku jatuh cinta pelan-pelan, kemudian total.

Sifatmu yang dewasa semakin terlihat, semakin kau dan aku dekat. Masih ingatkah dirimu ketika aku menangis nyaris menyerah karena deadline pengiriman tugas esai tinggal beberapa jam lagi sementara file-ku tiba-tiba rusak termakan virus? Kau jadi penenang, mengatakan bahwa aku masih punya empat jam. Kita membuat kembali esai itu dari awal, menyelesaikannya tepat 15 menit sebelum tenggat waktu awal.

Untuk ada di posisimu sekarang, ada waktu pribadi sampai weekend yang harus kau korbankan. Demi menunjang penghasilanmu sekarang, kau berinisiatif membuka bisnis online bersama teman-teman. Dan supaya bisa membuatku senang, ada hadiah-hadiah kecil yang selalu kau selipkan meski aku tak pernah melayangkan permintaan.

Dari seluruh pria lain, kau berbeda. Dan aku percaya, kau partner terbaik untuk menjalin masa depan bersama.

Kau tahu arti penting berusaha

Kalimat rayuan yang manis memang bukan senjatamu. Kau sudah punya sikap dan sifat yang dewasa, yang membuat orang lain mudah percaya. Tak perlu menjual kata-kata karena pribadimulah yang berbicara.

Yang kucari bukan lelaki manja yang hanya bisa membual. Tak melakukan apa-apa meski selalu omong besar. Ayolah, sudah terlalu banyak orang seperti itu di sekitar. Tak hanya omong besar, merayu pun mereka jagonya. Dan ketika kami para perempuan tak tertarik, mereka tersinggung luar biasa.

Awalnya aku tak menyangka bisa mengenalmu sedalam ini kemudian jatuh cinta. Wajar saja, kau bukan pria yang terlihat mudah diajak bicara. Aku pun tak begitu mengenalmu pada awalnya. Asing dengan sosokmu sebagai teman — sebagai kekasih, lebih tak terbayangkan.

Tak semudah itu mengakui hal semanis ini. Aku memang termasuk perempuan dengan gengsi tinggi, orang yang tak ingin terburu-buru menaruh hati. Tapi mau dilawan seperti apa lagi, kalau hati sudah mengamini dan logika meyakini?

Ingatkah saat atasan menolak usulanmu untuk naik gaji? Kau terus bertahan dalam negosiasi, hingga beliau akhirnya sadar diri. Begitu juga ketika kau sadar bahwa tak semua hal bisa kau dapatkan dari tempat kerja yang sekarang. Kau dan teman-teman mengembangkan usaha jual beli online kamera bekas demi bersenang-senang sekaligus menambah pendapatan. Peluang bisa dicari, begitu prinsipmu selama ini. Dan jika memang tak bisa kau temukan, ciptakanlah peluangmu sendiri.

Terima kasih untuk selalu berusaha tanpa banyak bicara. Terima kasih untuk selalu mengingatkanku pentingnya makna bekerja. Terima kasih untuk selalu menginspirasiku agar menjadi pribadi yang dewasa.

Kau — kau berbeda. Dibesarkan keluarga yang sederhana, kau tahu makna bekerja keras demi mendapatkan apa yang dicita-cita. Tak seperti anak-anak yang lain, dalam kamusmu tak ada frasa “tinggal minta”.

Bahkan saat tantangan menerpa kita, kau tetap setia. Opsi mudah untuk menyerah tak pernah membuatmu tergoda. Memilihmu adalah keputusan yang tak kusesali. Ada bahagia yang kurasa, selama ini.

Kau adalah orang pertama yang membuatku sepenuhnya percaya. Latar belakangmu boleh saja sederhana, tapi aku tahu, masa depan bersamamu akan istimewa.

Kau paling pandai menumbuhkan perasaan tanpa mesti terjatuh-jatuh menggombal. Menciptakan kepercayaan, mempertahankan kesetiaan di balik tantangan yang silih berganti datang.

Dari semua pria yang pernah mengisi hati, kau punya sisi unik tersendiri. Dirimu berbeda. Tak sembarangan mengutarakan janji dan lebih suka menunjukkan usaha. Tak kekanak-kanakan dan selalu bersikap dewasa. Tak mudah menyerah di hadapan masalah — mengajarkan aku untuk menciptakan peluang di balik sempitnya kemungkinan.

Tapi kau punya cara lain untuk mengambil hati: dengan kedewasaan dan dedikasi. Saat teman-temanmu bersantai-santai dengan urusan pekerjaan dan bolak-balik mencari sumber hiburan, kau telaten mengerjakan tugas dari atasan. Tak ada kata menunda-nunda ketika tenggat waktu sudah di depan mata. Kau tak pernah memamerkan dedikasi, karena dengan sendirinya mereka memberimu reputasi. Dan aku mulai mengenalmu dari sini.

Kedewasaanmu membuatku kagum, bahkan hingga sekarang. Tak kukenal orang lain yang lebih tahan dari dirimu terhadap penolakan dan tantangan. Alih-alih mundur teratur, kau berani maju dan bahkan menciptakan sendiri peluangmu agar yang kau inginkan bisa terwujud benar.

Sudah berapa lama kau dan aku bersama? Aku bukan tipe gadis romantis yang selalu menghitung jumlah hari yang sudah kita lalui berdua. Namun rasanya sudah lama sekali terjalin hubungan ini. Mungkin karena kau selalu mampu memberikan rasa nyaman, dan kehidupan sebelum dirimu sudah sulit kubayangkan.

Kau menciptakan peluang sendiri