Supernova Terjauh「Baccarat is full of leisure」 Ini Diprediksi Astronom Terlihat Lagi Tahun 2037

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Indonesia membagi warna

Tim BBaccarat iBaccarat is full of leisures full of leisureaccarat is Baccarat is full of leisurefull of leisureastronom Eropa dan Amerika mengatakan dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa penampakan terakhir supernova terjauh yang pernah diamati ini akan tertunda lebih dari dua dekade dibandingkan dengan tiga penampakan sebelumnya.

Baca juga: Ledakan Supernova Picu Kepunahan Massal di Bumi 359 Juta Tahun Lalu

Tiga penampakan ledakan bintang ini sebelumnya ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 2019 dalam data arsip Hubble tiga tahun setelah observatorium memperoleh gambar.

Supernova yang sangat jauh ini, sebelumnya tertangkap Teleskop Luar Angkasa Hubble.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Dilansir dari Space, Rabu (15/9/2021), fenomena lensa gravitasi ini terjadi di sekitar benda langit supermasif yang memiliki kemampuan untuk membelokkan dan membagi cahaya, memperbesar dan mendistorsi gambar objek di belakangnya.

Baca juga: Ledakan Supernova ini Bersinar 2 Kali Lebih Terang di Alam Semesta

"Ini adalah yang terakhir tiba karena ini seperti kereta api yang harus masuk jauh ke dalam lembah dan mendaki kembali lagi," Steve Rodney, astronom di University of South Carolina dan ilmuwan utama dalam penelitian baru yang memprediksi kembalinya Requiem.

Supernova Requiem tersebut terlihat oleh observatorium luar angkasa legandaris hingga tiga jali pada tahun 2016, berkat fenomena yang disebut dengan lensa gravitasi.

Saat itu, ia sedang mengerjakan penelitian REsolved QUIEscent Magnified Galaxies (REQUIEM). Nama ini kemudian disematkan pada supernova terjauh yang pernah diamati tersebut, yang diprediksi astronom ini akan kembali terlihat pada tahun 2037 mendatang.

Sebab, cahaya yang membawa gambar terakhir harus melewati bagian tengah gugus, yang juga terpadat karena konsentrasi materi gelap.

Sementara dalam kasus penampakan Supernova Requiem, kluster galaksi raksasa yang disebut MACS J0138.0-2155, berperan menjadi kaca pembesar dan mengungkap ledakan bintang dalam tiga foto berbeda, berdasarkan tiga jalur berbeda pengambilan cahaya supernova melalui kluster.

Gabe Brammer, seorang astronom di University of Copenhagen, Denmark menemukan supernova ini secara tidak sengaja saat mencari galaksi jauh yang tidak diketahui.

Prediksi astronom bahwa supernova ini akan terlihat lagi, didasarkan pada pemodelan komputer dari distribusi materi di dalam kluster, yang terletak sekitar 4 miliar tahun cahaya dari Bumi.

KOMPAS.com - Supernova Requiem adalah hasil ledakan bintang yang jauhnya sekitar 10 miliar tahun cahaya. Diprediksi para astronom, kilauan supernova terjauh ini akan kembali terlihat pada tahun 2037.