Sports betting_Blackjack card_The only way to win baccarat_Bookmaker Collection

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Indonesia membagi warna

Sosok yAmerican LotteryamAmerican Lotteryerican Lotteryamerican Lotteryang selalu siap mengulurkan tangan dan merangkulmu saat kamu jatuh. Bahkan dia tak pernah lelah mengajarimu untuk bangkit. Dia orang yang darahnya selalu mengalir di dalam tubuhmu. Siapa lagi kalau bukan ayah, yang sampai kapanpun akan menjadi laki-laki spesial di hidupmu. Dan memang cuma kamu yang tahu alasannya kenapa ayah tak pernah tergantikan oleh laki-laki manapun.

Kehadiranmu benar-benar melengkapi sosoknya sebagi laki-laki. Jauh sebelum kamu lahir, ia sudah jatuh cinta denganmu. Kemunculan kamu di dalam perut ibumu mengenalkan dunia baru kepadanya. Dunia yang sudah pasti membawa rasa baru.

Sebab itu, kamu tak pernah salah ketika mengenal, mempelajari dan memberikan cinta pertama seorang laki-laki kepadanya Ayah tak akan membuat kamu kecewa, cintanya untuk kamu sudah pasti lebih besar dari laki-laki manapun. Tak seperti laki-laki di luar sana, yang sekalipun ia bilang cinta setengah mati, tetap saja ia tak pernah ada seperti sosok ayahmu ini. Mencintai kamu tanpa pernah mengenal pamrih, dan mencitai tanpa kenal batas meski kelak kamu telah dimiliki oleh laki-laki lain.

Meski lembut dalam memperlakukanmu, ayah tak pernah lupa atau ketinggalan mendidikmu untuk jadi perempuan yang berjiwa mandiri. Bekal yang ayah beri ini semata-mata salah satu bentuk kekhawatiran, ketika kelak ia tak lagi bisa berada di sampingmu.

Kamu pun tak perlu marah ketika ayah bersikap tegas dengan laki-laki yang mungkin kamu sukai. Setidaknya ayah ada laki-laki yang pasti punya banyak pengalaman dihidupnya. Kamu harus tahu sikapnya itu tak lain bagian dari caranya menjagamu. Kamu perlu tahu, Doanya hanya satu, agar kamu mendapatkan laki-laki yang bisa mencintai dan memperlakukanmu tulus dengan sebaik-baiknya.

Tak hanya dulu, sekarangpun punggung dan tangan ayah selalu nyaman untukmu. Ketika hatimu dilukai oleh laki-laki lain, dia satu-satunya orang yang selalu siap menjadi tempatmu bersandar. Tak hanya bersandar, dengan kebijaksanaannya ayah juga akan memberi kamu semangat untuk pulih dari rasa sakit itu. Dan kelak, saat seseorang yang memintamu kepadanya, tangannya pula yang akan menggenggam kalian-mempersatukan dengan segala restu alam dan Tuhan.

Cintanya, ketulusannya, perhatinya, sampai caranya membahagianmu tak akan benar-benar kamu temui di laki-laki manapun. Dia satu-satunya laki-laki yang cintanya serta pengorbannya tak perlu diragukan lagi. Meski kamu telah menjadi milik orang lain, darah yang mengalir di darahmu tetap tak akan memutuskan ikatan kalian.

Terima kasih, ayah. :’)

Ayah ingin kamu bisa berdikari kelak, sebab ia tahu hidup ini keras penuh dengan bebagai tantangan juga rintangan. Sesekali kamu boleh menangisi hidup, tapi setelah itu kamu harus bangkit menjadi pejuang untuk hidupmu sendiri.

“Dek, kamu sudah sampai di mana?”

Ayah memang keras dalam mendidik anak laki-lakinya, tapi hal itu tak pernah berlaku untukmu. Buatnya, kamu itu sama seperti ibu atau nenekmu, yang perlu diperlakukan dengan lembut. Sebisa mungkin ayah menahan emosinya dalam menghadapimu. Tapi jangan salah, saat kamu membuat kesalahan, ayah tetap akan menegurmu. Dia tak akan pernah segan meminta kamu untuk mengerti pikirannya.

Kamu ingat sewaktu kecil ayah senang sekali menggendong kamu di punggungnya. Atau ia selalu mengajakmu bermain dengan berpura-pura seperti kerbau, lalu kamu naik ke atas punggungnya dengan tertawa yang riang. Saat kamu menangis kesal atau sedih, ayah juga yang tak segan-segan merangkul dan menenangkanmu.

Sampai kapanpun, kamu adalah putri kecilnya yang nakal tapi juga menggemaskan. Putri kecil yang harus selalu dijaga seluruh jiwa dan raganya. Setiap kali pulang ke rumah, rangkulan hangat darinya akan selalu tersedia untukmu. Pantas bukan, jika ayah salah satu sosok setelah ibu yang tak pernah bisa diganti oleh siapapun.

Hei, kamu harus tahu betapa khawatirnya dia menunggu kabar juga kedatanganmu. Di dunia yang tak lagi ramah, membuatnya melawan perasaan yang sedikit sungkan karena harus setiap saat menghubungimu. Percayalah, ayahmu juga paham dan menghargai privasi kamu sebagai pribadi. Hanya saja, kekhawatirannya itu pun perlu kamu maklumi.

“Hati-hati di jalan ya, Kak.”

Di ruang tamu dan di bangku kesayangannya, ayah duduk berjam-jam menunggumu dengan secangkir kopi serta berlembar Koran atau setumpuk buku. Tanpa kamu memintanya, ayah akan tetap menunggumu pulang di sudut ruangan itu. Selarut apapun, sebab ia ingin memastikan kamu tibu di rumah dengan baik.

“Sedang di mana ini, dek? Mau pulang jam berapa?”

Padahal, kamu sendiri di luar sana seringnya sibuk sendiri dan lupa dengan sosoknya. Kadang pesan atau telpon dari ayah membuatmu sedikit bête dan akhirnya diabakan begitu saja. Kamu yang merasa sudah cukup dewasa tak perlu lagi dipantau setiap menit atau jamnya.

Dari semenjak kamu masih segumpal daging sampai kamu dewasa, tanpa pernah kamu minta ayah sudah akan selalu siaga. Ketika kamu pertama kali mengenal cinta laki-laki yang lain, hati ayah bergetar dengan penuh kekhawatiran. Dia ingin selalu menjagamu, tapi ia tak bisa mengekangmu tumbuh dewasa.

Ibu memang sosok yang mengerti kamu sepenuhnya sebagai perempuan. Ibu membantu kamu tumbuh hampir semua hal yang berkaitan dengan fisik atau emosional. Namun, di balik sosok ibu yang selalu sepenuhnya membantu kamu tumbuh, ada satu sosok yang tak kalah berarti untuk hidupmu. Sosok yang tak hanya melindungi atau menjaga, tapi juga mengawasi dalam diamnya.

Wajah itu tak akan selalu terlihat kaku ataupun keras karena ketegasanya. Ada kalanya wajah itu berubah menjadi sangat menyenangkan, bahkan bisa saja kamu kenang hingga detik ini. Bukankah itu yang selalu membuat kamu rindu dengan sosoknya.

Masih ingat, betapa lucunya ayah menceritakan sebuah dongeng diwaktu senggangnya. Ayah punya banyak ekspresi jenaka juag kata-kata berbau humor yang bisa membuatmu terpingkal-pingkal. Meski seharian dihadapi dengan beragam masalah juga tanggung jawab, ayah masih bisa memberi banyak kebahagian ke kamu. Sebab bagi ayah, renyah tawamu ada pelipur lelah juga penatnya.

Ayah memang jarang ada di samping kalian seperti ibu yang hampir delapan belas jam sehari. Tanggung jawab yang ayah pikul untuk memberikan nafkah membuatnya banting tulang di luar sana. Ayah memang tulang punggung untuk keluarga. Tapi lebih dari itu ayah adalah superhero yang tak pernah kenal kata lelah untuk menjaga kamu semua.